Sabtu, 25 Oktober 2014

KTI KKN "Meningkatkan Pemahaman Pancasila pada bidang studi PKn melalui Bimbingan Belajar di Kelurahan Siranindi"



 BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Perguruan tinggi merupakan salah satu wadah yang berupaya untuk mengembangkan SDM yang dapat menunjang pembangunan bangsa. Dalam Tri Darma Perguruan Tinggi, pada poin ke tiga disebutkan tugas dan kewajiban dari seorang mahasiswa yaitu pengabdian kepada masyarakat yang diwujudkan dalam kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Diharapkan dengan  kegiatan KKN ini dapat meminimalisir masalah yang ada dalam masyarakat.
Sekolah adalah lembaga untuk mendidik, mengajar, membimbing, melatih dan memberi ilmu untuk peserta didik hingga menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara. Sekolah merupakan salah satu wadah untuk terpenuhinya hak pendidikan anak-anak Indonesia, sebagaimana untuk mengantarkan mereka menjadi generasi penerus bangsa, untuk mengisi kemerdekaan negara Indonesia.  Anak-anak Indonesia harapan bangsa, di tangan merekalah negara ini berada, bila mereka rusak moral, rusak pendidikan dan rusak agama, maka itulah yang menentukan jiwa bangsa Indonesia.
Masalah yang terjadi saat ini yaitu minimnya materi nilai pancasila, moral, jati diri bangsa pada mata pelajaran PKn. Tergesernya materi pembelajaran tentang nilai pancasila dan kewarganegaraan pada mata pelajaran PKn menimbulkan ketidaktahunya anak-anak Indonesia tentang jati diri bangsa atau dasar negara Indonesia. Dalam buku PKn sekarang ini banyak termuat yaitu membahas tentang demokrasi, tata pemerintahan, organisasi dan lainnya, berbeda dengan mata pelajaran PKn berapa tahun lalu yaitu membahas tentang nilai-nilai Pancasila seperti tenggang rasa, hormat menghormati, kedisiplinan, kejujuran dan lainya. Sekarang banyaknya anak-anak Indonesia kehilangan jati diri bangsanya seperti saling menghargai, tenggang rasa, nilai-nilai dan lainnya yang berkaitan dengan Pancasila telah dinomor duakan dari materi lainnya. Akibatnya materi yang telah diajarkan semester tahun lalu dan materi sejak SD arti Pancasila tidak diketahui. Serta berdasarkan pengamatan, bahwa telah hilangnya nilai dan budaya bangsa, membangkitkan minat anak-anak terhadap proses belajar, khususnya belajar tentang PKn, melalui program kerja kami Bimbingan Belajar ini meningkatkan minat belajar anak-anak dan kami sebagai mahasiswa untuk mengabdi pada masyarakat dan menambah pengalaman proses belajar mengajar. Selain itu dalam menerima pembelajaran atau penjelasan materi dari gurunya dengan waktu dan tempat yang terbatas, maka banyaknya siswa yang merasa kurang memahami penjelasan materi tersebut.
Dengan adanya masalah ini maka kami membuat perencanaan dalam rancangan program kerja yaitu bimbingan belajar terhadap peserta didik siswa SD dan siswa SMP.
KKN Profesi Integral merupakan suatu program yang dirancang oleh Pusat Pengembangan Wilayah Dan Kuliah Kerja Nyata (P2WKKN) yang merupakan bagian dari Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tadulako yang  menuntut mahasiswa agar dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatnya di bangku perkuliahan untuk menunjang pembangunan di suatu wilayah sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat, dan sebagai perwujudan peran serta kalangan akademisi dalam pelaksanaan pembangunan. Kami mahasiswa KKN melakukan pengabdian pada masyarakat yaitu melakukan bimbingan belajar pada anak-anak Siranindi.
Dengan demikian pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako kiranya dapat dirasakan manfaatnya sekaligus merupakan pengalaman kerja yang berharga baik dari mahasiswa serta dapat memperdalam penghayatan dan kepekaan tentang permasalahan yang dihadapi masyarakat sesuai profesinya, juga menambah wawasan masyarakat dalam memotivasi dan mendorong para guru untuk lebih meningkatkan peran aktif dalam melakukan proses pengajaran kepada para siswa.
1.2. Rumusan Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang kami dapatkan yaitu:
1.    Bagaimana memberi pemahaman kepada anak-anak SD tentang Pancasila di SDN Palu Barat?
2.    Bagaimana meningkatkan minat belajar?
3.    Mengapa mahasiswa mengadakan bimbingan belajar?
4.    Apa yang menyebabkan peserta didik kurang mengetahui tentang pancasila?



1.3.Tujuan dan Manfaat
1.    Meningkatkan pemahaman tentang Pancasila dan Kewarganegaraan dalam mata pelajaran PKn di SD dan SMP melalui bimbingan belajar.
2.    Meningkatkan minat belajar peserta didik?
3.    Menambah pengenalan tentang negara Indonesia.


















BAB II

TINJAUAN TEORI

Meningkatkan pemahaman Pancasila pada bidang studi PKn
melalui bimbingan belajar di kelurahan Siranindi

Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata Sanskerta Panca berarti lima dan Sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menurut Prof. Dr. Notonegoro, SH. ; Pancasila merupakan norma hukum pokok atau pokok kaidah fundamental dan memiliki kedudukan yang tetap, kuat, dan tidak berubah. Pancasila juga memiliki kekuatan yang mengikat secara hukum.
Penegasannya tercantum dalam:

Bimbingan
Bimbingan merupakan salah satu bentuk helping atau bantuan yang diberikan kepada seseorang yang menbutuhkan.
Bimbingan belajar
Menurut A. J. Jones, bimbingan belajar merupakan suatu proses pemberian bantuan seseorang pada orang lain dalam menentukan pilihan dan pemecahan masalah dalam kehidupannya.
Bimbingan harus memenuhi syarat-syarat:
a.       Ada tujuan yang jelas untuk apa bantuan itu diberikan
b.      Harus terencana
c.       Berproses dan sistemtis
d.      Menggunakan cara-cara atau pendekatan tertentu
e.        Dilakukan oleh orang ahli
f.       Dievaluasi untuk mengetahui hasil dari pemberian bantuan, tuntunan, atau pertolngan (Tohirin, 2007).
Belajar
      Belajar merupakan kegiatan semua orang. Pengetahuan terbentuk dan berkembang di sebabkan adanya belajar. Oleh karena itu seseorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan dalam diri seseorang itu menjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku. perubahan tanpa disertai usaha bukanlah dinamakan belajar.
Menurut The Liang Gie, belajar adalah segenap rangkaian kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh seseorang yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan.
Sedangkan ahli psikologi Hilgart dan Lower mendefinisikan belajar itu adalah hubungan dengan tingkah laku seseorang terhadap situasi tertentu yang disebabkan pengeluaran berulang–ulang dalam situasi itu,dimana perubahan tingkah laku tidak dapat dijelaskan atasdasar kecenderungan atas respon pembawaan, kematangan atau keadaan seorang diri. meningkatkan pemahaman pancasila pada bidang studi pkn melalui bimbingan belajar.

Bimbingan belajar merupakan bagian terpen ting bagi peserta didik, mengingat pada saat ini peserta didik dituntut untuk bisa berkompetensi. Oleh karena itu siswa diharapkan mengikuti bimbingan belajar sebagai alat untuk menghadapi tantangan di masa depan. Selain itu, manfaat dari bimbingan belajar adalah dapat membuat siswa semakin kreatif pada kegiatan belajar mengajar, dan dapat meningkatkan prestasi pada sekolahnya. Maka sangat penting bagi peserta didik untuk mengikuti bimbingan belajar, agar mereka mampu bersaing dengan tuntutan zaman pada saat ini.

Manfaat Bimbingan Belajar bagi siswa adalah tersedianya kondisi belajar yang nyaman, terperhatikannya karakteristik pribadi siswa, dan siswa dapat mereduksi kemungkinan kesulitan belajar.

TEKNIK-TEKNIK BIMBINGAN BELAJAR
Hampir semua bentuk teknik bimbingan yang bersifat informatif dan adjustif dapat digunakan dalam bimbingan belajar, hanya isinya saja difokuskan kepada kesulitan belajar dan kesulitan pelajaran.

Keseluruhan teknik bimbingan belajar dibedakan antara teknik bimbingan kelompok dan bimbingan individual. Bimbingan individual adalah suatu bantuan yang diberikan kepada individu (siswa) dalam situasi individual. Teknik bimbingan ini ada yang bersifat informatif (memberikan informasi) dan ada juga yang bersifat terapeutik atau penyembuhan. Beberapa teknik bimbingan individual yang bersifat informatif adalah ceramah/penjelasan, wawancara, nasihat, penyampaian bahan-bahan tertulis, penyampaian informasi melalui media elektronik dll yang diberikan secara individual.

Bimbingan kelompok merupakan suatu bantuan yang diberikan kepada individu (siswa) yang dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan inipun ada yang bersifat informatif dan terapeutik, tetapi ada juga yang bersifat adjustif. Bimbingan kelompok yang bersifat informatif, hampir sama dengan bimbingan individual tetapi diberikan secara berkelompok, seperti ceramah kelompok, nasihat kelompok, penggunaan media tulis dan media elektronik secara berkelompok. Bimbingan kelompok yang bersifat adjustif adalah bantuan kepada individu dalam membina hubungan dan menyesuaikan diri dengan orang lain, melalui berbagai kegiatan kelompok, seperti diskusi, belajar kelompok, perwalian kelompok, kegiatan klub, organisasi siswa, orientasi, kunjungan kelompok dsb. Bimbingan kelompok yang bersifat terapeutik adalah psikodrama, konseling kelompok dan psikoterapi kelompok.

Teknik-teknik bimbingan yang bersifat informatif dapat diberikan oleh guru-guru. Bimbingan adjustif dapat diberikan oleh konselor atau guru-guru senior yang telah mendapatkan penataran tentang bimbingan dan konseling. Bimbingan terapeutik dalam membantu klien-klien dengan masalah yang masih relatif ringan dapat dikerjakan oleh konselor, sedang yang sudah berat seperti gangguan yang sudah termasuk neurosis, psikopath dan psikosis hanya bisa diberikan oleh psikolog dan psikiater yang telah berpengalaman. Kecuali bimbingan yang bersifat terapeutis, semua jenis teknik bimbingan lainnya dapat digunakan dalam memberikan bimbingan belajar, untuk mengatasi masalah yang sederhana dapat dilaksanakan sendiri oleh guru, sedangkan untuk mengatasi masalah yang agak berat diperlukan kerjasama dengan konselor.

















BAB III

GAMBARAN UMUM LOKASI KKN

3.1. Sejarah Singkat Desa
Nama Kelurahan Siranindi arti nama Sira artinya “orang yang memiliki Hati yang sejuk/dingin”, sedangkan Nindi artinya Sejuk Sejarah nama. Siranindi merupakan suatu perkampungan yang tertua yang pada zaman dahulu masuk Wilayah Kelurahan Kamonji, karena Penduduknya (Masyarakatnya) berperan serta saling bergaul  dengan Masyarakat
lainnya untuk berinteraksi  dengan suatu sistim Adat Istiadat tertentu yang berkesinambungan dan terikat atas rasa identitas yang dihuni sekelompok Warga Masyarakat yang Agamais, bersahaja, berwibawa serta pendapatnya sering didengar oleh para Raja – raja atau penguasa pada zaman itu untuk menguatkan nama Siranindi sebagai anti orang – orang yang mempunyai hati yang sejuk serta dingin, hingga pada waktu itu Gubernur ABD. AZIS LAMAJIDO menggunakan nama Siranindi pada Gubernur Siranindi yang sekarang,
Sebagai Pusat Pendidikan Agama Islam Alkhairaat Pusat Palu, selanjutnya  terbentuk Kelurahan Siranindi tidak terlepas dari hasil pemekaran dengan Kelurahan Induknya yakni Kelurahan Kamonji berdasarkan Peraturan Pemerintah Daerah Nomor 146.1/627/Ro. Pemdes/97 Tanggal 13 Agustus Tahun 1997 resmi menjalankan Pemerintah sendiri.


3.2.Kondisi Geografis
Kelurahan Siranindi secara geografis berada ditengah Kota dan secara astronomis terletak pada posisi Koordinat, LS 00  53  50,4  LBT 119  51  30,3  ,dengan Luas Wilayah 82 Ha.
Secara Administrasi Kelurahan Siranindi terdiri atas 4 RW dan 17 RT, secara umum Kelurahan Siranindi yang terdapat diwilayah Kecamatan Palu Barat yang diapit oleh beberapa Kelurahan dengan batas-batas sebagai berikut :

Sebelah Utara
Sebelah Selatan
Sebelah Timur
Sebelah Barat
:
:
:
:
Berbatas dengan Kelurahan Baru.
Berbatas dengan Kelurahan Boyaoge.
Berbatas dengan Kelurahan Ujuna.
Berbatas dengan Kelurahan Kamonji.

3.3.Kondisi Demografis
Langka perbandingan antara luas wilayah yang luasnya mencapai 82 Ha dengan jumlah Penduduk 6,890 Jiwa, maka didapat kepadatan Penduduk Kelurahan Siranindi lebih besar bila dibandingkan dengan Kelurahan lain di Kota Palu yang jumlah Penduduknya perkelurahan dengan Luas Wilayah yang hampir relatif sama.
Berikut ini ditampilkan jumlah Penduduk berdasarkan Usia dengan tingkat Keakurasian yang  dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan keadaan Penduduk diakhir Tahun 2013.

A.  Jumlah
Jumlah Laki – Laki
333.3333,407Orang
Jumlah Perempuan
333.3873,483Orang
Jumlah Total
6.720 6,890Orang
Jumlah Kepala Keluarga
1.823                                      1,906 KK
Kepadatan Penduduk
Per-Km

Tabel 1 jumlah penduduk (Data Dinas Catatan Sipil Kota Palu 2013)

B.  Usia
Usia
Laki-Laki
Perempuan

0-4 Tahun
149 Orang
155 Orang
5-9 Tahun
331 Orang
291 Orang
10-14 Thn
302 Orang
 301 Orang
15-19 Thn
   326 Orang
279 Orang
20-24 Thn
 321 Orang
389 Orang
25-29 Thn
 326 Orang
383 Orang
30-34 Thn
  385 Orang
328 Orang
35-39 Thn
     297 Orang
287 Orang
40-44 Thn
 235 Orang
287 Orang
45-49 Thn
  222 Orang
197 Orang
50-54 Thn
163 Orang
156Orang
55-59 Thn
 130 Orang
122 Orang
60-64 Thn
91 Orang
95 Orang
65-69 Thn
 60 Orang
84 Orang
70-74 Thn
 45 Orang
49 Orang
>74 Thn
34 Orang
80 Orang
Total
3,417 Orang
3,483 Orang
Tabel 2 jumlah penduduk berdasarkan usia
 (Data Dinas Catatan Sipil Kota Palu 2013)
Kondisi Sosial Budaya dan Ekonomi
Pendidikan
No
Tingkat Pendidkan
Jumlah

belum masuk  Sekolah –TK
1,024 Orang

Tidak Tamat SD
775 Orang

Tamat SD
891 Orang

Tamat SLTP
 1.086 Orang

Tamat SLTA
2.365 Orang

Tamat D II
52 Orang

Tamat D III
105 Orang

Setara S1
526 Orang

Setara S2
57 Orang

Setara S3
9 Orang

Jumlah Total
6,890 Orang
Tabel 3 kondisi sosial berdasarkan Pendidikan (Data Dinas Catatan Sipil Kota Palu 2013)
Dari tabel di atas mengukur bahwa Penduduk yang mengenyam Pendidikan mulai dari tingkat dasar dan menengah tersebar di wilayah 4 Rw 17 Rt.
Potensi sumber daya manusia sangat diwarnai dengan berbagai macam mata pencaharian, dalam tabel berikut digambarkan Jumlah Penduduk berdasarkan mata Pencaharian yang digeluti.

Mata Pencaharian Pokok
No
Jenis Pekerjaan
Jumlah
1.
Belum-Tidak Bekerja
1523 Orang
2.
Pelajar/Mahasiswa
1,687 Orang
3.
Mengurus Rumah Tangga
1,251Orang
4.
Pensiunan
47 Orang
5.
PNS
227Orang
6.
TNI
2 Orang
7.
Polri
21 Orang
8.
Perdagangan
44Orang
9.
Petani-perkebunan
27Orang
10.
Peternak
2 Orang
11.
Transportasi
2 Orang
12.
Karyawan Swasta
272 Orang
13.
Karyawan BUMN
15 Orang
14.
Karyawan BUMD
5Orang
15.
Karyawan Honorer
66 Orang
16.
Tukang Batu
6 Orang
17.
Tukang Kayu
3Orang
18.
Tukang Las – Pandai Besi
3 Orang
19.
Tukang Jahit
15Orang
20.
Penata Rias-Penata Busana
4Orang
21.
Mekanik
10 Orang
22.
Seniman
1 Orang
23.
Tabib
1Orang
24.
Ustadz
 5 Orang
25.
Pendeta
3Orang
26.
Juru masak
1Orang
27.
Promotor Acara
1Orang
28.
Dosen
27 Orang
29.
Guru
61 Orang
30.
Anggota DPR-RI
1 Orang
31.
Anggota BPK
1 Orang
32.
Mantan Wakil Bupati
1 Orang
33.
Akuntan
1 Orang
34.
Konsultan
1 Orang
35.
Dokter
7 Orang
36.
Bidan
3 Orang
37
Perawat
6 Orang
38
Apoteker
2 Orang
39.
Penyiar Radio
1 Orang
40.
Peneliti
1 Orang
41.
Sopir
10 Orang
42.
Pialang
1 Orang
43.
Pedagang
51 Orang
44.
Wiraswasta
1,391 Orang
Jumlah Total Penduduk
6,890 Orang
Tabel 4 Ekonomi berdasarkan Mata Pencaharian Pokok










 BAB IV
METODE PENELITIAN

Dalam membuat karya ilmiah ini, penulis mengunakan metode studi pustaka. Penulis mempelajari beberapa buku dan media referensi yang sesuai dengan permasalahan dalam karya ilmiah ini.
Observasi
Penulis juga menggunakan metode observasi, berdasarkan observasi dengan melihat kenyataan siswa-siswa sekarang khususnya siswa SD dan SMP yang kami ketahui bahwa di zaman modern ini banyaknya siswa atau peserta didik malas untuk belajar bahkan tidak mau peduli terhadap kewajibannya sebagai seorang pelajar atau anak sekolah. Anak-anak pelajar Indonesia telah tenggelam dalam zaman canggih ini, setiap harinya disibukkan dengan games-games, internet, nonton dan lainnya yang membuat mereka malas untuk belajar.
Lokasi Penelitian
Dalam bidang pendidikan terdapat program kerja bimbingan belajar bidang studi PKn, Matematika, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia di SDN 12 PALU BARAT dan SD INPRES 1 KAMONJI.
Populasi Penelitian
Siswa-siswi SD dan SMP kelurahan Siranindi.
Sampel Penelitian
Siswa-siswi kelas II, III, IV dan V SD serta KELAS VII dan VIII SMP.

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan pengamatan masalah yang dapat kami temukan. Dengan melihat kenyataan siswa-siswa sekarang khususnya siswa SD dan SMP yang kami ketahui bahwa di zaman modern ini banyaknya siswa atau peserta didik itu malas untuk belajar bahkan tidak mau peduli terhadap kewajibannya sebagai seorang pelajar atau anak sekolah. Anak-anak pelajar Indonesia telah tenggelam dalam zaman canggih ini, setiap harinya disibukkan dengan games-games, internet, nonton dan lainnya yang membuat mereka malas untuk belajar. Berdasarkan observasi dan wawancara kami atau tanya jawab kami terhadap siswa SD dan SMP serta lokakarya kami bersama masyarakat bahwa mereka suka akan adanya program bimbingan belajar di kelurahan ini. Dengan adanya KKN POSDAYA membantu melihat masalah yang ada dalam masyarakat serta memberi solusi atas masalah tersebut. Salah satunya yaitu dalam bidang Pendidikan. Dengan adanya masalah tersebut maka mahasiswa KKN UNTAD PROFESI INTEGRAL TEMATIK POSDAYA melakukan kegiatan dalam program kerjanya yaitu bimbingan belajar.
Meningkatkan pemahaman Pancasila pada bidang studi PKn melalui bimbingan belajar  di kelurahan Siranindi.
PANCASILA adalah ideologi dasar negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata Sanskerta Panca berarti lima dan Sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada siswa SD SMP masih banyak yang belum mengetahui arti kata dari Pancasila itu, nilai-nilai Pancasila, dengan menerapkan bimbingan belajar ini, dalam bidang studi PKn kami melakukan bimbel membahas tentang Pancasila, nilai-nilai Pancasila, serta menjelaskannya kepada peserta didik bahwa sebagai warga negara Indonesia, sebagai anak-anak Indonesia kita harus menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara kita.
Bimbingan
Bimbingan merupakan salah satu bentuk helping atau bantuan yang diberikan kepada seseorang yang membutuhkan.
Belajar
      Belajar merupakan kegiatan semua orang. Pengetahuan terbentuk dan berkembang di sebabkan adanya belajar. Oleh karena itu seseorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan dalam diri seseorang itu menjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku. perubahan tanpa disertai usaha bukanlah dinamakan belajar.
Menurut The Liang Gie, belajar adalah segenap rangkaian kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh seseorang yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan. Meningkatkan pemahaman Pancasila pada bidang studi PKn melalui bimbingan belajar. Dengan adanya bimbingan belajar ini peserta didik melakukan aktivitasnya yang disebut belajar, dengan belajar berarti ia berusaha untuk menambah pengetahuannya dan dengan pengetahuannya itu tentang nilai-nilai Pancasila dengan belajar melalui bimbel ia dapat merubah tingkah lakunya atau yang disebut dengan perubahan atau perkembangan.
Manfaat Bimbingan Belajar
      Banyak manfaat yang bisa diperoleh siswa dengan mengikuti bimbingan belajar. Mereka akan terbantu untuk memahami pelajaran yang belum begitu dipahami/ dikuasainya. Seperti yang kita tahu bahwa waktu pengajaran setiap mata pelajaran dibatasi. Misalnya, mata pelajaran PKn hanya diberikan waktu 1x45 menit atau 2x40 menit dalam setiap tatap muka. Ini menjadi penyebab siswa dan guru tidak dapat berdiskusi panjang lebar. Jadi dengan mengikuti Bimbel siswa dapat bertanya dan berdiskusi tentang segala sesuatu yang kurag dipahami, dan juga mata pelajaran PKn itu butuh penjelasan dan pemahaman serta guru juga harus memfasilitasi siswanya dalam mengkaji tentang materi PKn misalnya Pancasila. Kebanyakan disetiap materi yang diajarkan itu yang termuat ialah mengenai Pancasila dalam arti kata, Pancasila ada berapa, Pancasila disusun oleh siapa, arti Pancasila, nilai-nilai dan lambang atau simbol setiap sila itu sudah tak dijelaskan lagi. Dan juga belajar tentang pendidikan kewarganegaraan, berdasarkan observasi dan masalah yang terjadi dikalangan anak-anak sebagai pelajar mereka tidak mengetahui atau memahamai apa itu arti dari kewarganegaraan.
Pancasila merupakan ideologi, pandangan dan lainnya. Dalam kegiatan kami bimbel juga akan mendapatkan jawaban-jawaban yang praktis. Praktis disisni maksudnya adalah cara sederhana yang lebih menyingkat waktu dan lebih menyenangkan.  Selain itu Bimbel juga bagus untuk siswa yang akan menempuh ujian kelulusan dan ujian masuk perguruan tinggi.
Manfaat bimbel yang paling utama adalah :
a)    Memudahkan mereka untuk bertanya pada kakak-kakak mahasiswa yang memberikan bimbel mengenai mata pelajaran yang dipelajari.
b)   Dengan adanya bimbel memudahkan mereka mengingat kembali materi semester yang mereka lewati, bahkan mengkaji dan mengingat kembali materi yang SD bagi peserta didik SMP.
c)    Bimbel membangkitkan semangat mereka ingin belajar lebih selain di jam sekolahnya. Peserta didik mengutamakan belajarnya untuk sebuah pengetahuan.
Bimbingan belajar bidang studi PKn
Dalam melakukan bimbingan belajar bidang studi PKn yang kami lakukan yaitu memberikan materi tentang Pancasila dan Kewarganegaraan, serta membahas tentang materi yang sedang mereka pelajari di sekolah.
1.      Pancasila
a)      Arti Pancasila
b)      Lambang-lambang atau simbol setiap sila dalam Pancasila
c)      Nilai-nilai Pancasila
2.      Kewarganegaraan
a)      Arti kewarganegaraan
b)      Pengertian Warga dan negara.
3.      Materi organisasi, demokrasi, konstitusi, lambang negara, dan lainnya yang berkaitan dengan pengenalan negara Indonesia.
Dengan adanya bimbingan belajar ini maka kami memberikan materi diatas guna mengenalkan kepada anak-anak Indonesia atau peserta didik berkaitan dengan negaranya. Dalam program kerja ini juga mereka dapat belajar fokus inti tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan arti nilai-nilai Pancasila dan arti Kewarganegaraan. Dalam proses bimbel yang kami lakukan yaitu memberikan pertanyaan pada peserta bimbel pertanyaan sudah pernah dengar kata Kewarganegaraan? Jawab mereka sudah Bu. Coba apa arti kewarganegaraan? Ada yang jawab Pemerintahan Bu, dan lainnya, maka dengan adanya bimbel ini mereka dapat menemukan jawaban arti dari Kewarganegaraan tersebut. Menurut A. J. Jones, bimbingan belajar merupakan suatu proses pemberian bantuan seseorang pada orang lain dalam menentukan pilihan dan pemecahan masalah dalam kehidupannya. Dengan adanya bimbel ini, maka kami sebagai mahasiswa  dapat memberikan bantuan atau memfasilitasi mereka untuk mendapatkan arti dari Kewarganegaraan, Pancasila atau materi lainnya.
Bimbingan harus memenuhi syarat-syarat:
a)         Ada tujuan yang jelas untuk apa bantuan itu diberikan.
Dalam melakukan bimbingan kami mempunyai tujuan, yaitu untuk mengenalkan dan memberikan penjelasan pada mereka mengenai materi dan meningkatkan pembelajaran anak SD dan SMP di luar jam sekolah.
b)          Harus terencana
Program kerja mahasiswa KKN profesi Integral Tematik Posdaya UNTAD yaitu bimbingan belajar ini, sebelum melakukan bimbingan kami telah menyiapkan materi yang akan diberikan atau dijelaskan di kelas nanti.
c)         Menggunakan cara-cara atau pendekatan tertentu
Caranya, dalam bimbel PKn yaitu kami mengkaji atau membahasa materi yang sedang mereka pelajari di sekolah, saat ini dan yang telah dilewati. Dalam membahas Pancasila, kami dapat menjelaskannya dengan melihat gambar lambang negara Indonesia yaitu gambar burung garuda di kelasnya, Pancasila dasar negara Indonesia.
d)    Dilakukan oleh orang ahli
Dalam melakukan bimbingan belajar ini, yang menjadi pembimbing disini yaitu kami dari mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan juga setiap bidang studi yang kami adakan bimbingan belajar masing-masing dibawakan atau dibimbing oleh mahasiswa yang sedang belajar atau berasal dari jurusan dan program studi yang sesuai.
e)     Dievaluasi untuk mengetahui hasil dari pemberian bantuan, tuntunan, atau pertolongan (Tohirin, 2007).
Untuk mengetahui hasil, kami memberikan evaluasi dalam bentuk pertanyaan, setiap akhir penjelasan kami menanyakan kembali dan memberikan tugas untuk melihat hasil pemahaman mereka.

Nama-nama Peserta Bimbingan Belajar
Sekolah Menengah Pertama
Kelas VII

1.      Dwi Wahyuni
2.      Annisa Nur Hidayanti
3.      Marlina
4.      Adinda Maharani A.

Kelas VIII
1.      Rini Oktavia
2.      Marlina Efendi
3.      Hadrianti
4.      Rini Ananda
5.      Wilda Zulfiani
6.      Mitha 
7.      Dina Meysa M.
8.      Moh. Rizki Putra
9.      Moh. Ardiansyah
10.  Al’ Maquira
11.  Annisa
12.  Putri Mardatillah
13.  Devita Widya C.
14.  Nining Cahyati
15.  Sri Rahayu
16.  Anita Paramita
17.  Reski Anggita
18.  Muh Fikran
19.  Farhana
20.  Windi

Sekolah Dasar
Kelas II
1.      Fikri
2.      Yoga Dwi Prasetyo

Kelas III
1.      Ravik
2.      Aan
3.      Salwa Aulia R
4.      Veranikal
5.      Khanza Nabila Nasir
6.      Vivi Yunita Sari 
7.      Nauratul Wafiya
8.      Deswita Maharani
9.      Nurul Apriliani
10.  Hermila Azzahra
11.  Farhat Suherman
12.  Dirga Syahputra
13.  Moh Rian Pratama
14.  Malik Fajar
15.  Moh. Rian Pratama
16.  Nurul Aprili Ana
17.  Deswita Maharani
18.  Safir
19.  Farhan Irham
20.  Rina Agustina
21.  Naura Putri
22.  Rangga
23.  Irul
24.  Elsa
25.  Arif Muklis
26.  Fia
27.  Nirina Karin Aditya
28.  Fadia Ismatul Maula
29.  Rahmania
30.  Rafi
31.  Farhat
32.  Muh Rifaldi
33.  Abu Kori

Kelas IV
1.      Moh. Hasrat Aditya
2.      Clean Noel Samidin
3.      Theo S. B.
4.      Cahya Azzahra
5.      Rachel Dwi Maharani
6.      Febriana Tasya Alifia 
7.      Sarah Aulia
8.      Dimas Bagus Dwi Prasetyo
9.      Imam Nur Hasan
10.  Muh. Arie
11.  Salammudin
12.  Ariyo Prasetyo
13.  Nurul Febrianti
14.  Ananda Febriana
15.  Fandi Adi Saputra
16.  Muttaqim
17.  Muh Imsak sadiq
18.  Teo
19.  Fitri Ramadani
20.  Widya Salsabila
21.  Wirda Ramadani
22.  Moh Salam
Kelas V
1.      Nur Ayu Kumalasari
2.      Eka Nur Rizqi
3.      Fika Nurul Amanda
4.      Siti Raoda
5.      Aditya
6.      Muh. Rafli Faturrahman
7.      Halim Muhammad Sholeh
8.      Farit
9.      Syella Marseliani
10.  Sekar Izzatul Jannah
11.  Hafifatun Nazrah
12.  Santika
13.  Meydina Asra
14.  Putri Izzana Syafira
15.  Julianggi
16.  Masyuni
23.  Salsa Choirunnisa








BAB VI
PENUTUP

Banyaknya materi yang perlu dijelaskan oleh guru di kelas, dikarenakan waktu yang terbatas maka dengan adanya bimbel dapat membantu peserta didik dalam belajar. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman anak-anak SD tentang materi di sekolah bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika dan PKn di program kerja KKN UNTAD profesi integral tematik posdaya inilah mahasiswa dapat memberdayakan atau memanfaatkan ilmunya guna membantu dan menemukan solusi atas masalah yang terjadi. Khususnya mata pelajaran PKn dengan adanya bimbel dapat membantu peserta didik untuk mengkaji dan mengingatkan kembali materi semester kemarin, serta memberikan pengetahuan tentang apa itu Pancasila, nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan.
Meningkatkan pemahaman Pancasila pada bidang studi PKn melalui bimbingan belajar di kelurahan Siranindi, dengan adanya bimbel memberikan atau menambah pengetahuan peserta didik tentang PKn, khususnya nilai Pancasila dan kewarganegaraan yang dapat membantu proses belajar mereka di sekolah nanti dan dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
Materi dalam mata pelajaran PKn sekarang ini lebih membahas tentang organisasi, lembaga-lembaga pemerintahan dan lainnya, materi tentang nilai-nilai norma sudah mulai tergeser dari materi pokok.

6.2. Saran
1.      Tujuan negara Indonesia mencerdaskan kehidupan bangsa dan tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadikan manusia menjadi manusia yang bernilai dan berakhlak mulia.
2.      Jangan pernah melupakan betapa pentingnya pendidikan, pendidikan formal, informal dan non formal. Karena pendidikan merupakan penentu kemajuan bangsa.
3.      Selalu mengutamakan belajar.
4.      Belajarlah dengan cerdas tanpa melupakan nilai-nilai Pancasila.
5.      Belajar dan mengkaji materi PKn untuk mengenali negara Indonesia.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar