BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perguruan
tinggi merupakan salah satu wadah yang berupaya untuk mengembangkan SDM yang
dapat menunjang pembangunan bangsa. Dalam Tri Darma Perguruan Tinggi, pada poin
ke tiga disebutkan tugas dan kewajiban dari seorang mahasiswa yaitu pengabdian
kepada masyarakat yang diwujudkan dalam kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata).
Diharapkan dengan kegiatan KKN ini dapat
meminimalisir masalah yang ada dalam masyarakat.
Sekolah adalah lembaga untuk mendidik, mengajar, membimbing, melatih dan
memberi ilmu untuk peserta didik hingga menjadi anak yang berguna bagi bangsa
dan negara. Sekolah merupakan salah satu wadah untuk terpenuhinya hak
pendidikan anak-anak Indonesia, sebagaimana untuk mengantarkan mereka menjadi
generasi penerus bangsa, untuk mengisi kemerdekaan negara Indonesia. Anak-anak Indonesia harapan bangsa, di tangan
merekalah negara ini berada, bila mereka rusak moral, rusak pendidikan dan
rusak agama, maka itulah yang menentukan jiwa bangsa Indonesia.
Masalah yang terjadi saat ini yaitu minimnya
materi nilai pancasila, moral, jati diri bangsa pada mata pelajaran PKn. Tergesernya materi pembelajaran tentang nilai
pancasila dan kewarganegaraan pada mata pelajaran PKn menimbulkan ketidaktahunya
anak-anak Indonesia tentang jati diri bangsa atau dasar negara Indonesia. Dalam buku PKn
sekarang ini banyak termuat yaitu membahas tentang demokrasi, tata
pemerintahan, organisasi dan lainnya, berbeda dengan mata pelajaran PKn berapa
tahun lalu yaitu membahas tentang nilai-nilai Pancasila seperti tenggang rasa,
hormat menghormati, kedisiplinan, kejujuran dan lainya. Sekarang banyaknya
anak-anak Indonesia kehilangan jati diri bangsanya seperti saling menghargai,
tenggang rasa, nilai-nilai dan lainnya yang berkaitan dengan Pancasila telah
dinomor duakan dari materi lainnya. Akibatnya materi yang telah diajarkan
semester tahun lalu dan materi sejak SD arti Pancasila tidak diketahui. Serta berdasarkan pengamatan, bahwa telah hilangnya
nilai dan budaya bangsa, membangkitkan minat anak-anak terhadap proses belajar,
khususnya belajar tentang PKn, melalui program kerja kami Bimbingan Belajar ini meningkatkan
minat belajar anak-anak dan kami sebagai mahasiswa untuk mengabdi pada
masyarakat dan menambah pengalaman proses belajar mengajar. Selain itu dalam
menerima pembelajaran atau penjelasan materi dari gurunya dengan waktu dan
tempat yang terbatas, maka banyaknya siswa yang merasa kurang memahami
penjelasan materi tersebut.
Dengan adanya masalah ini maka kami membuat perencanaan dalam rancangan
program kerja yaitu bimbingan belajar terhadap peserta didik siswa SD dan siswa
SMP.
KKN Profesi Integral merupakan suatu program yang
dirancang oleh Pusat Pengembangan Wilayah Dan Kuliah Kerja Nyata (P2WKKN) yang merupakan
bagian dari Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tadulako yang menuntut mahasiswa agar dapat mengaplikasikan
ilmu yang didapatnya di bangku perkuliahan untuk menunjang pembangunan di suatu
wilayah sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat, dan sebagai perwujudan
peran serta kalangan akademisi dalam pelaksanaan pembangunan. Kami mahasiswa KKN
melakukan pengabdian pada masyarakat yaitu melakukan bimbingan belajar pada
anak-anak Siranindi.
Dengan demikian pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) mahasiswa
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako kiranya dapat dirasakan manfaatnya
sekaligus merupakan pengalaman kerja yang berharga baik dari mahasiswa serta dapat memperdalam penghayatan dan kepekaan tentang
permasalahan yang dihadapi masyarakat sesuai profesinya, juga menambah wawasan
masyarakat dalam
memotivasi dan mendorong para
guru untuk lebih
meningkatkan peran aktif dalam melakukan proses pengajaran kepada para siswa.
1.2. Rumusan Permasalahan
Berdasarkan latar
belakang di atas maka permasalahan yang kami dapatkan yaitu:
1.
Bagaimana memberi pemahaman kepada anak-anak SD tentang Pancasila di SDN Palu Barat?
2.
Bagaimana meningkatkan minat belajar?
3.
Mengapa mahasiswa mengadakan bimbingan belajar?
1.3.Tujuan dan Manfaat
1.
Meningkatkan pemahaman tentang Pancasila dan
Kewarganegaraan dalam mata pelajaran PKn di SD dan SMP melalui bimbingan belajar.
2.
Meningkatkan minat belajar peserta didik?
3.
Menambah pengenalan tentang negara Indonesia.
BAB II
TINJAUAN TEORI
Meningkatkan pemahaman
Pancasila pada bidang studi PKn
melalui bimbingan belajar di
kelurahan Siranindi
Pancasila
Pancasila
adalah ideologi dasar negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata Sanskerta
Panca berarti lima dan Sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan
rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat
Indonesia.
Menurut Prof. Dr. Notonegoro, SH. ;
Pancasila merupakan norma hukum pokok atau pokok kaidah fundamental dan
memiliki kedudukan yang tetap, kuat, dan tidak berubah. Pancasila juga memiliki
kekuatan yang mengikat secara hukum.
Penegasannya tercantum dalam:
Penegasannya tercantum dalam:
Bimbingan
Bimbingan
merupakan salah satu bentuk helping atau bantuan yang diberikan kepada
seseorang yang menbutuhkan.
Bimbingan belajar
Menurut A. J.
Jones, bimbingan belajar merupakan suatu proses pemberian bantuan seseorang
pada orang lain dalam menentukan pilihan dan pemecahan masalah dalam
kehidupannya.
Bimbingan harus memenuhi
syarat-syarat:
a. Ada
tujuan yang jelas untuk apa bantuan itu diberikan
b. Harus
terencana
c. Berproses
dan sistemtis
d. Menggunakan
cara-cara atau pendekatan tertentu
e. Dilakukan
oleh orang ahli
f. Dievaluasi
untuk mengetahui hasil dari pemberian bantuan, tuntunan, atau pertolngan
(Tohirin, 2007).
Belajar
Belajar
merupakan kegiatan semua orang. Pengetahuan terbentuk dan berkembang
di sebabkan adanya belajar. Oleh karena itu seseorang dikatakan belajar bila
dapat diasumsikan dalam diri seseorang itu menjadi suatu proses kegiatan yang
mengakibatkan perubahan tingkah laku. perubahan tanpa disertai usaha bukanlah
dinamakan belajar.
Menurut The Liang Gie, belajar adalah segenap rangkaian kegiatan yang dilakukan
secara sadar oleh seseorang yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa
penambahan pengetahuan.
Sedangkan ahli psikologi Hilgart dan Lower mendefinisikan belajar itu
adalah hubungan dengan tingkah laku seseorang terhadap situasi tertentu yang
disebabkan pengeluaran berulang–ulang dalam situasi itu,dimana perubahan
tingkah laku tidak dapat dijelaskan atasdasar kecenderungan atas respon
pembawaan, kematangan atau keadaan seorang diri. meningkatkan pemahaman pancasila
pada bidang studi pkn melalui bimbingan belajar.
Bimbingan
belajar merupakan bagian terpen ting bagi peserta didik, mengingat pada saat ini peserta didik dituntut untuk bisa berkompetensi.
Oleh karena itu siswa diharapkan mengikuti bimbingan belajar sebagai alat untuk
menghadapi tantangan di masa depan. Selain itu, manfaat dari bimbingan belajar
adalah dapat membuat siswa semakin kreatif pada kegiatan belajar mengajar, dan
dapat meningkatkan prestasi pada sekolahnya. Maka sangat penting bagi peserta
didik untuk mengikuti bimbingan belajar, agar mereka mampu bersaing dengan
tuntutan zaman pada saat ini.
Manfaat
Bimbingan Belajar bagi siswa adalah tersedianya kondisi belajar yang nyaman,
terperhatikannya karakteristik pribadi siswa, dan siswa dapat mereduksi
kemungkinan kesulitan belajar.
TEKNIK-TEKNIK BIMBINGAN BELAJAR
Hampir semua
bentuk teknik bimbingan yang bersifat informatif dan adjustif dapat digunakan
dalam bimbingan belajar, hanya isinya saja difokuskan kepada kesulitan belajar
dan kesulitan pelajaran.
Keseluruhan
teknik bimbingan belajar dibedakan antara teknik
bimbingan kelompok dan bimbingan individual. Bimbingan individual adalah suatu
bantuan yang diberikan kepada individu (siswa) dalam situasi individual. Teknik
bimbingan ini ada yang bersifat informatif (memberikan informasi) dan ada juga
yang bersifat terapeutik atau penyembuhan. Beberapa teknik bimbingan individual
yang bersifat informatif adalah ceramah/penjelasan, wawancara, nasihat,
penyampaian bahan-bahan tertulis, penyampaian informasi melalui media elektronik dll yang diberikan secara individual.
Bimbingan
kelompok merupakan suatu bantuan yang diberikan kepada individu (siswa) yang
dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan inipun ada yang bersifat
informatif dan terapeutik, tetapi ada juga yang bersifat adjustif. Bimbingan
kelompok yang bersifat informatif, hampir sama dengan bimbingan individual
tetapi diberikan secara berkelompok, seperti ceramah kelompok, nasihat
kelompok, penggunaan media tulis dan media elektronik
secara berkelompok. Bimbingan kelompok yang bersifat adjustif adalah bantuan
kepada individu dalam membina hubungan dan menyesuaikan diri dengan orang lain,
melalui berbagai kegiatan kelompok, seperti diskusi, belajar kelompok,
perwalian kelompok, kegiatan klub, organisasi siswa, orientasi, kunjungan
kelompok dsb. Bimbingan kelompok yang bersifat terapeutik adalah psikodrama,
konseling kelompok dan psikoterapi kelompok.
Teknik-teknik
bimbingan yang bersifat informatif dapat diberikan oleh guru-guru. Bimbingan
adjustif dapat diberikan oleh konselor atau guru-guru senior yang telah mendapatkan
penataran tentang bimbingan dan konseling. Bimbingan terapeutik dalam membantu
klien-klien dengan masalah yang masih relatif ringan dapat dikerjakan oleh
konselor, sedang yang sudah berat seperti gangguan yang sudah termasuk
neurosis, psikopath dan psikosis hanya bisa diberikan oleh psikolog dan
psikiater yang telah berpengalaman. Kecuali bimbingan yang bersifat terapeutis,
semua jenis teknik bimbingan lainnya dapat digunakan dalam memberikan bimbingan
belajar, untuk mengatasi masalah yang sederhana dapat dilaksanakan sendiri oleh
guru, sedangkan untuk mengatasi masalah yang agak berat diperlukan kerjasama
dengan konselor.
BAB III
GAMBARAN UMUM LOKASI KKN
3.1. Sejarah Singkat Desa
Nama Kelurahan
Siranindi arti nama Sira artinya “orang
yang memiliki Hati yang sejuk/dingin”, sedangkan Nindi artinya Sejuk
Sejarah nama. Siranindi merupakan suatu perkampungan yang tertua yang pada
zaman dahulu masuk Wilayah Kelurahan Kamonji, karena Penduduknya
(Masyarakatnya) berperan serta saling bergaul
dengan Masyarakat
lainnya untuk
berinteraksi dengan suatu sistim Adat
Istiadat tertentu yang berkesinambungan dan terikat atas rasa identitas yang
dihuni sekelompok Warga Masyarakat yang Agamais, bersahaja, berwibawa serta
pendapatnya sering didengar oleh para Raja – raja atau penguasa pada zaman itu
untuk menguatkan nama Siranindi sebagai anti orang – orang yang mempunyai hati
yang sejuk serta dingin, hingga pada waktu itu Gubernur ABD. AZIS LAMAJIDO menggunakan nama Siranindi pada Gubernur Siranindi
yang sekarang,
Sebagai Pusat
Pendidikan Agama Islam Alkhairaat Pusat Palu, selanjutnya terbentuk Kelurahan Siranindi tidak terlepas
dari hasil pemekaran dengan Kelurahan Induknya yakni Kelurahan Kamonji
berdasarkan Peraturan Pemerintah Daerah Nomor 146.1/627/Ro. Pemdes/97 Tanggal
13 Agustus Tahun 1997 resmi menjalankan Pemerintah sendiri.
3.2.Kondisi Geografis
Kelurahan
Siranindi secara geografis berada ditengah Kota dan secara astronomis terletak
pada posisi Koordinat, LS 00 53 50,4
LBT 119 51 30,3
,dengan Luas Wilayah 82 Ha.
Secara
Administrasi Kelurahan Siranindi terdiri atas 4 RW dan 17 RT, secara umum
Kelurahan Siranindi yang terdapat diwilayah Kecamatan Palu Barat yang diapit
oleh beberapa Kelurahan dengan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara
Sebelah Selatan
Sebelah Timur
Sebelah Barat
|
:
:
:
:
|
Berbatas dengan Kelurahan
Baru.
Berbatas dengan Kelurahan
Boyaoge.
Berbatas dengan Kelurahan
Ujuna.
Berbatas dengan Kelurahan
Kamonji.
|
3.3.Kondisi Demografis
Langka
perbandingan antara luas wilayah yang luasnya mencapai 82 Ha dengan jumlah
Penduduk 6,890 Jiwa, maka didapat kepadatan Penduduk Kelurahan Siranindi lebih
besar bila dibandingkan dengan Kelurahan lain di Kota Palu yang jumlah
Penduduknya perkelurahan dengan Luas Wilayah yang hampir relatif sama.
Berikut ini
ditampilkan jumlah Penduduk berdasarkan Usia dengan tingkat Keakurasian
yang dapat dipertanggung jawabkan sesuai
dengan keadaan Penduduk diakhir Tahun 2013.
A. Jumlah
Jumlah Laki –
Laki
|
333.3333,407Orang
|
Jumlah
Perempuan
|
333.3873,483Orang
|
Jumlah Total
|
6.720
6,890Orang
|
Jumlah Kepala
Keluarga
|
1.823
1,906 KK
|
Kepadatan
Penduduk
|
Per-Km
|
Tabel 1 jumlah penduduk (Data
Dinas Catatan Sipil Kota Palu 2013)
B. Usia
Usia
|
Laki-Laki
|
Perempuan
|
|
0-4 Tahun
|
149 Orang
|
155 Orang
|
|
5-9 Tahun
|
331 Orang
|
291 Orang
|
|
10-14 Thn
|
302 Orang
|
301 Orang
|
|
15-19 Thn
|
326 Orang
|
279 Orang
|
|
20-24 Thn
|
321 Orang
|
389 Orang
|
|
25-29 Thn
|
326 Orang
|
383 Orang
|
|
30-34 Thn
|
385 Orang
|
328 Orang
|
|
35-39 Thn
|
297 Orang
|
287 Orang
|
|
40-44 Thn
|
235 Orang
|
287 Orang
|
|
45-49 Thn
|
222 Orang
|
197 Orang
|
|
50-54 Thn
|
163 Orang
|
156Orang
|
|
55-59 Thn
|
130 Orang
|
122 Orang
|
|
60-64 Thn
|
91 Orang
|
95 Orang
|
|
65-69 Thn
|
60 Orang
|
84 Orang
|
|
70-74 Thn
|
45 Orang
|
49 Orang
|
|
>74 Thn
|
34 Orang
|
80 Orang
|
|
Total
|
3,417 Orang
|
3,483 Orang
|
Tabel 2 jumlah penduduk berdasarkan usia
(Data Dinas Catatan Sipil
Kota Palu 2013)
Kondisi Sosial Budaya dan Ekonomi
Pendidikan
No
|
Tingkat Pendidkan
|
Jumlah
|
belum
masuk Sekolah –TK
|
1,024 Orang
|
|
Tidak Tamat SD
|
775 Orang
|
|
Tamat SD
|
891 Orang
|
|
Tamat SLTP
|
1.086 Orang
|
|
Tamat SLTA
|
2.365 Orang
|
|
Tamat D II
|
52 Orang
|
|
Tamat D III
|
105 Orang
|
|
Setara S1
|
526 Orang
|
|
Setara S2
|
57 Orang
|
|
Setara S3
|
9 Orang
|
|
Jumlah Total
|
6,890 Orang
|
Tabel 3 kondisi sosial berdasarkan Pendidikan (Data Dinas Catatan Sipil Kota Palu 2013)
Dari tabel di
atas mengukur bahwa Penduduk yang mengenyam Pendidikan mulai dari tingkat dasar
dan menengah tersebar di wilayah 4 Rw 17 Rt.
Potensi sumber
daya manusia sangat diwarnai dengan berbagai macam mata pencaharian, dalam
tabel berikut digambarkan Jumlah Penduduk berdasarkan mata Pencaharian yang
digeluti.
Mata Pencaharian Pokok
No
|
Jenis Pekerjaan
|
Jumlah
|
1.
|
Belum-Tidak
Bekerja
|
1523 Orang
|
2.
|
Pelajar/Mahasiswa
|
1,687 Orang
|
3.
|
Mengurus Rumah
Tangga
|
1,251Orang
|
4.
|
Pensiunan
|
47 Orang
|
5.
|
PNS
|
227Orang
|
6.
|
TNI
|
2 Orang
|
7.
|
Polri
|
21 Orang
|
8.
|
Perdagangan
|
44Orang
|
9.
|
Petani-perkebunan
|
27Orang
|
10.
|
Peternak
|
2 Orang
|
11.
|
Transportasi
|
2 Orang
|
12.
|
Karyawan Swasta
|
272 Orang
|
13.
|
Karyawan BUMN
|
15 Orang
|
14.
|
Karyawan BUMD
|
5Orang
|
15.
|
Karyawan
Honorer
|
66 Orang
|
16.
|
Tukang Batu
|
6 Orang
|
17.
|
Tukang Kayu
|
3Orang
|
18.
|
Tukang Las –
Pandai Besi
|
3 Orang
|
19.
|
Tukang Jahit
|
15Orang
|
20.
|
Penata
Rias-Penata Busana
|
4Orang
|
21.
|
Mekanik
|
10 Orang
|
22.
|
Seniman
|
1 Orang
|
23.
|
Tabib
|
1Orang
|
24.
|
Ustadz
|
5 Orang
|
25.
|
Pendeta
|
3Orang
|
26.
|
Juru masak
|
1Orang
|
27.
|
Promotor Acara
|
1Orang
|
28.
|
Dosen
|
27 Orang
|
29.
|
Guru
|
61 Orang
|
30.
|
Anggota DPR-RI
|
1 Orang
|
31.
|
Anggota BPK
|
1 Orang
|
32.
|
Mantan Wakil
Bupati
|
1 Orang
|
33.
|
Akuntan
|
1 Orang
|
34.
|
Konsultan
|
1 Orang
|
35.
|
Dokter
|
7 Orang
|
36.
|
Bidan
|
3 Orang
|
37
|
Perawat
|
6 Orang
|
38
|
Apoteker
|
2 Orang
|
39.
|
Penyiar Radio
|
1 Orang
|
40.
|
Peneliti
|
1 Orang
|
41.
|
Sopir
|
10 Orang
|
42.
|
Pialang
|
1 Orang
|
43.
|
Pedagang
|
51 Orang
|
44.
|
Wiraswasta
|
1,391 Orang
|
Jumlah Total Penduduk
|
6,890 Orang
|
|
Tabel 4 Ekonomi berdasarkan Mata Pencaharian Pokok
BAB IV
METODE PENELITIAN
Dalam membuat karya ilmiah ini, penulis mengunakan
metode studi pustaka. Penulis mempelajari beberapa buku dan media referensi yang sesuai dengan
permasalahan dalam karya ilmiah ini.
Observasi
Penulis juga menggunakan metode observasi, berdasarkan
observasi dengan melihat kenyataan siswa-siswa sekarang khususnya siswa SD dan
SMP yang kami ketahui bahwa di zaman modern ini banyaknya siswa atau peserta
didik malas untuk belajar bahkan tidak mau peduli terhadap kewajibannya sebagai
seorang pelajar atau anak sekolah. Anak-anak pelajar Indonesia telah tenggelam
dalam zaman canggih ini, setiap harinya disibukkan dengan games-games,
internet, nonton dan lainnya yang membuat mereka malas untuk belajar.
Lokasi Penelitian
Dalam bidang pendidikan terdapat program kerja
bimbingan belajar bidang studi PKn, Matematika, bahasa Inggris dan bahasa
Indonesia di SDN 12 PALU BARAT dan SD INPRES 1 KAMONJI.
Populasi Penelitian
Siswa-siswi SD dan SMP kelurahan Siranindi.
Sampel Penelitian
Siswa-siswi kelas II, III, IV dan V SD serta KELAS VII dan VIII SMP.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan
pengamatan masalah yang dapat kami temukan. Dengan melihat kenyataan
siswa-siswa sekarang khususnya siswa SD dan SMP yang kami ketahui bahwa di
zaman modern ini banyaknya siswa atau peserta didik itu malas untuk belajar
bahkan tidak mau peduli terhadap kewajibannya sebagai seorang pelajar atau anak
sekolah. Anak-anak pelajar Indonesia telah tenggelam dalam zaman canggih ini,
setiap harinya disibukkan dengan games-games, internet, nonton dan lainnya yang
membuat mereka malas untuk belajar. Berdasarkan observasi dan wawancara kami
atau tanya jawab kami terhadap siswa SD dan SMP serta lokakarya kami bersama
masyarakat bahwa mereka suka akan adanya program bimbingan belajar di kelurahan
ini. Dengan adanya KKN POSDAYA membantu melihat masalah yang ada dalam
masyarakat serta memberi solusi atas masalah tersebut. Salah satunya yaitu
dalam bidang Pendidikan. Dengan adanya masalah tersebut maka mahasiswa KKN
UNTAD PROFESI INTEGRAL TEMATIK POSDAYA melakukan kegiatan dalam program
kerjanya yaitu bimbingan belajar.
Meningkatkan
pemahaman Pancasila pada bidang studi PKn melalui bimbingan belajar di kelurahan Siranindi.
PANCASILA
adalah ideologi dasar negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata Sanskerta
Panca berarti lima dan Sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan
rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat
Indonesia. Pada siswa SD SMP masih banyak yang belum mengetahui arti kata dari
Pancasila itu, nilai-nilai Pancasila, dengan menerapkan bimbingan belajar ini, dalam
bidang studi PKn kami melakukan bimbel membahas tentang Pancasila, nilai-nilai
Pancasila, serta menjelaskannya kepada peserta didik bahwa sebagai warga negara
Indonesia, sebagai anak-anak Indonesia kita harus menerapkan nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara kita.
Bimbingan
Bimbingan
merupakan salah satu bentuk helping atau bantuan yang diberikan kepada
seseorang yang membutuhkan.
Belajar
Belajar
merupakan kegiatan semua orang. Pengetahuan terbentuk dan berkembang
di sebabkan adanya belajar. Oleh karena itu seseorang dikatakan belajar bila
dapat diasumsikan dalam diri seseorang itu menjadi suatu proses kegiatan yang
mengakibatkan perubahan tingkah laku. perubahan tanpa disertai usaha bukanlah
dinamakan belajar.
Menurut The Liang Gie, belajar adalah segenap rangkaian kegiatan yang dilakukan
secara sadar oleh seseorang yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa
penambahan pengetahuan. Meningkatkan pemahaman Pancasila pada bidang studi
PKn melalui bimbingan belajar. Dengan adanya bimbingan belajar ini peserta
didik melakukan aktivitasnya yang disebut belajar, dengan belajar berarti ia
berusaha untuk menambah pengetahuannya dan dengan pengetahuannya itu tentang
nilai-nilai Pancasila dengan belajar melalui bimbel ia dapat merubah tingkah
lakunya atau yang disebut dengan perubahan atau perkembangan.
Manfaat Bimbingan Belajar
Banyak manfaat yang bisa diperoleh siswa
dengan mengikuti bimbingan belajar. Mereka akan terbantu untuk memahami pelajaran
yang belum begitu dipahami/ dikuasainya. Seperti yang kita tahu bahwa waktu
pengajaran setiap mata pelajaran dibatasi. Misalnya, mata pelajaran PKn hanya diberikan waktu 1x45
menit atau 2x40 menit dalam setiap tatap muka. Ini menjadi penyebab siswa dan guru tidak dapat
berdiskusi panjang lebar. Jadi dengan mengikuti Bimbel siswa dapat bertanya dan
berdiskusi tentang segala sesuatu yang kurag dipahami, dan juga mata
pelajaran PKn itu butuh penjelasan dan pemahaman serta guru juga harus
memfasilitasi siswanya dalam mengkaji tentang materi PKn misalnya Pancasila. Kebanyakan
disetiap materi yang diajarkan itu yang termuat ialah mengenai Pancasila dalam
arti kata, Pancasila ada berapa, Pancasila disusun oleh siapa, arti Pancasila,
nilai-nilai dan lambang atau simbol setiap sila itu sudah tak dijelaskan lagi.
Dan juga belajar tentang pendidikan kewarganegaraan, berdasarkan observasi dan
masalah yang terjadi dikalangan anak-anak sebagai pelajar mereka tidak
mengetahui atau memahamai apa itu arti dari kewarganegaraan.
Pancasila
merupakan ideologi, pandangan dan lainnya. Dalam kegiatan kami bimbel juga akan mendapatkan
jawaban-jawaban yang praktis. Praktis disisni maksudnya adalah cara sederhana
yang lebih menyingkat waktu dan lebih menyenangkan. Selain itu Bimbel juga bagus untuk siswa yang akan
menempuh ujian kelulusan dan ujian masuk perguruan tinggi.
Manfaat bimbel yang paling
utama adalah :
a)
Memudahkan mereka untuk bertanya pada kakak-kakak
mahasiswa yang memberikan bimbel mengenai mata pelajaran yang dipelajari.
b)
Dengan adanya bimbel memudahkan mereka mengingat kembali
materi semester yang mereka lewati, bahkan mengkaji dan mengingat kembali
materi yang SD bagi peserta didik SMP.
c)
Bimbel membangkitkan semangat mereka ingin belajar lebih
selain di jam sekolahnya. Peserta didik mengutamakan belajarnya untuk sebuah
pengetahuan.
Bimbingan belajar bidang studi PKn
Dalam
melakukan bimbingan belajar bidang studi PKn yang kami lakukan yaitu memberikan
materi tentang Pancasila dan Kewarganegaraan, serta membahas tentang materi
yang sedang mereka pelajari di sekolah.
1.
Pancasila
a)
Arti Pancasila
b)
Lambang-lambang atau simbol setiap sila dalam Pancasila
c)
Nilai-nilai Pancasila
2.
Kewarganegaraan
a)
Arti kewarganegaraan
b)
Pengertian Warga dan negara.
3.
Materi organisasi, demokrasi, konstitusi, lambang negara,
dan lainnya yang berkaitan dengan pengenalan negara Indonesia.
Dengan
adanya bimbingan belajar ini maka kami memberikan materi diatas guna
mengenalkan kepada anak-anak Indonesia atau peserta didik berkaitan dengan
negaranya. Dalam program kerja ini juga mereka dapat belajar fokus inti tentang
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan arti nilai-nilai Pancasila dan arti
Kewarganegaraan. Dalam proses bimbel yang kami lakukan yaitu memberikan
pertanyaan pada peserta bimbel pertanyaan sudah
pernah dengar kata Kewarganegaraan? Jawab mereka sudah Bu. Coba apa arti
kewarganegaraan? Ada yang jawab Pemerintahan
Bu, dan lainnya, maka dengan adanya bimbel ini mereka dapat menemukan
jawaban arti dari Kewarganegaraan tersebut. Menurut A. J. Jones, bimbingan
belajar merupakan suatu proses pemberian bantuan seseorang pada orang lain
dalam menentukan pilihan dan pemecahan masalah dalam kehidupannya. Dengan
adanya bimbel ini, maka kami sebagai mahasiswa
dapat memberikan bantuan atau memfasilitasi mereka untuk mendapatkan
arti dari Kewarganegaraan, Pancasila atau materi lainnya.
Bimbingan harus memenuhi
syarat-syarat:
a)
Ada tujuan yang jelas
untuk apa bantuan itu diberikan.
Dalam melakukan bimbingan kami mempunyai tujuan, yaitu untuk mengenalkan
dan memberikan penjelasan pada mereka mengenai materi dan meningkatkan
pembelajaran anak SD dan SMP di luar jam sekolah.
b)
Harus terencana
Program kerja
mahasiswa KKN profesi Integral Tematik Posdaya UNTAD yaitu bimbingan belajar
ini, sebelum melakukan bimbingan kami telah menyiapkan materi yang akan
diberikan atau dijelaskan di kelas nanti.
c)
Menggunakan cara-cara
atau pendekatan tertentu
Caranya, dalam
bimbel PKn yaitu kami mengkaji atau membahasa materi yang sedang mereka
pelajari di sekolah, saat ini dan yang telah dilewati. Dalam membahas
Pancasila, kami dapat menjelaskannya dengan melihat gambar lambang negara
Indonesia yaitu gambar burung garuda di kelasnya, Pancasila dasar negara
Indonesia.
d) Dilakukan
oleh orang ahli
Dalam melakukan
bimbingan belajar ini, yang menjadi pembimbing disini yaitu kami dari mahasiswa
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan juga setiap bidang studi yang kami
adakan bimbingan belajar masing-masing dibawakan atau dibimbing oleh mahasiswa
yang sedang belajar atau berasal dari jurusan dan program studi yang sesuai.
e) Dievaluasi
untuk mengetahui hasil dari pemberian bantuan, tuntunan, atau pertolongan (Tohirin, 2007).
Untuk mengetahui
hasil, kami memberikan evaluasi dalam bentuk pertanyaan, setiap akhir
penjelasan kami menanyakan kembali dan memberikan tugas untuk melihat hasil
pemahaman mereka.
Nama-nama
Peserta Bimbingan Belajar
Kelas VII
1. Dwi
Wahyuni
2. Annisa
Nur Hidayanti
3. Marlina
4. Adinda
Maharani A.
Kelas VIII
1.
Rini
Oktavia
2.
Marlina
Efendi
3.
Hadrianti
4.
Rini
Ananda
5.
Wilda
Zulfiani
6.
Mitha
7.
Dina
Meysa M.
8.
Moh.
Rizki Putra
9.
Moh.
Ardiansyah
10. Al’ Maquira
11. Annisa
12. Putri Mardatillah
13. Devita Widya C.
14. Nining Cahyati
15. Sri Rahayu
16. Anita Paramita
17. Reski Anggita
18. Muh Fikran
19. Farhana
20. Windi
Sekolah Dasar
Kelas II
1.
Fikri
2.
Yoga
Dwi Prasetyo
Kelas III
1. Ravik
2. Aan
3. Salwa
Aulia R
4. Veranikal
5. Khanza
Nabila Nasir
6. Vivi
Yunita Sari
7. Nauratul
Wafiya
8. Deswita
Maharani
9. Nurul
Apriliani
10. Hermila Azzahra
11. Farhat
Suherman
12. Dirga
Syahputra
13. Moh
Rian Pratama
14. Malik
Fajar
15. Moh.
Rian Pratama
16. Nurul
Aprili Ana
17. Deswita
Maharani
18. Safir
19. Farhan
Irham
20. Rina
Agustina
21. Naura
Putri
22. Rangga
23. Irul
24. Elsa
25. Arif
Muklis
26. Fia
27. Nirina
Karin Aditya
28. Fadia
Ismatul Maula
29. Rahmania
30. Rafi
31. Farhat
32. Muh
Rifaldi
33. Abu
Kori
Kelas IV
1. Moh.
Hasrat Aditya
2. Clean
Noel Samidin
3. Theo
S. B.
4. Cahya
Azzahra
5. Rachel
Dwi Maharani
6. Febriana
Tasya Alifia
7. Sarah
Aulia
8. Dimas
Bagus Dwi Prasetyo
9. Imam
Nur Hasan
10. Muh.
Arie
11. Salammudin
12. Ariyo
Prasetyo
13. Nurul
Febrianti
14. Ananda
Febriana
15. Fandi
Adi Saputra
16. Muttaqim
17. Muh
Imsak sadiq
18. Teo
19. Fitri
Ramadani
20. Widya
Salsabila
21. Wirda
Ramadani
22. Moh
Salam
Kelas V
1.
Nur
Ayu Kumalasari
2.
Eka
Nur Rizqi
3.
Fika
Nurul Amanda
4.
Siti
Raoda
5.
Aditya
6.
Muh.
Rafli Faturrahman
7.
Halim
Muhammad Sholeh
8.
Farit
9.
Syella
Marseliani
10.
Sekar
Izzatul Jannah
11.
Hafifatun
Nazrah
12.
Santika
13.
Meydina
Asra
14.
Putri
Izzana Syafira
15.
Julianggi
16.
Masyuni
23.
Salsa
Choirunnisa
BAB VI
PENUTUP
6.2. Saran
1.
Tujuan negara Indonesia mencerdaskan kehidupan bangsa dan tujuan pendidikan
yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadikan manusia menjadi manusia yang
bernilai dan berakhlak mulia.
2.
Jangan pernah melupakan betapa pentingnya pendidikan, pendidikan formal,
informal dan non formal. Karena pendidikan merupakan penentu kemajuan bangsa.
3.
Selalu mengutamakan belajar.
4.
Belajarlah dengan cerdas tanpa melupakan nilai-nilai Pancasila.
5.
Belajar dan mengkaji materi PKn untuk mengenali negara Indonesia.